17 Juli 2009

SBY. HARUS BISA

Tanggal 21 juni 2009 untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di ibukota negara. Jakarta.
Waktu itu saya bersama rombongan yg juga menjadi teman kuliah di jurusan yg sama berniat melakukan study tour di jakarta selama lima hari. Agenda kunjungan pun telah di susun dgn matang oleh ketua rombongan kami,ella(thanks lai). Maka bersama dgn alumni jurusan komunikasi, agenda kunjungan pertama kami hari itu adalah istana merdeka.(it's an amazing place).
Walau sempat menunggu antrian yg panjang karena hari itu banyak skali rombongan yg berkunjung ke istana akhirnya tibalah giliran rombongan kami yg berjumlah 35 orng ditambah seorang dosen pendamping dan beberapa alumni yg juga ikut untuk tour keliling istana. Kami bersama rombongan anak smp diantar ke sebuah ruang pertemuan dgn bus yg di sediakan oleh istana. Sampai di ruang pertemuan kami disuguhkan film pendek seputar istana merdeka dgn sosok pembuka ibu negara. Ibu ani yudhoyono.
Setelah pemutaran film pendek selesai,kami pun di ajak berkeliling istana dgn seorang pemandu. Awal tour istana, kami di daulat oleh para fotografer istana untuk berfoto di undakan tangga tempat biasanya para menteri presiden berfoto usai di lantik. Senyum lebar pun menghiasi dgn sgala pengharapan dan angan-angan tentang negara di masa depan.
Usai berfoto ala menteri2 kabinet, kami lalu di pandu ke dalam istana untuk melihat isi istana merdeka.
Rasa lelah menempuh perjalanan dari makassar ke jakarta terbayar sudah.
Karena kunjungan rombongan kami ke istana tidak hanya kunjungan keliling istana melainkan study tour, maka setelah acara keliling istana usai kami diajak oleh salah seorang fotografer istana ke sebuah ruangan untuk makan siang bersama sekaligus diskusi perihal website kepresidenan. Www.sbypresidenku.com
Mungkin karena teman2 sudai lelah berkeliling istana jadi acara diskusi yg diadakan sedikit membosankan.
Namun satu hal yg menarik adalah pembagian buku gratis yg berjudul HARUS BISA(seni memimpin a la SBY) yang terdiri dari jilid satu dan dua.
Waktu menerima buku itu, awalnya saya berpikir bahwa mungkin ini adalah salah satu bentuk kampanye SBY yg kembali mencalonkan diri sbg capres bersama dgn pak boediono.
Dugaan saya ternyata salah. Setelah membaca buku yg saya terima di istana negara itu, saya seketika itu mengetahui bahwa itu adalah buku catatan harian asisten presiden Dr. Dino djalal mengenai kerja presiden selama menjabat.
Cara penyampaiannya yg mengalir membuat saya tidak ingin melepaskan buku itu hingga halaman terakhir.
Buku ini patut dan wajib di baca bagi kalangan muda yg ingin belajar tentang kepemimpinan, dan bagi kalangan yang telah memandang negatif kepemimpinan SBY.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar