07 September 2009

TARI PENDET MILIK BANGSA KITA

Serempak alunan musik, lenggak lenggok penari dengan lentikan jari yang lembut ditambah mata sang penari yang membulat indah merupakan salah satu ciri khas tari pendet. Tari pendet yang beberapa waktu lalu digunakan oleh Negara Malaysia sebagai iklan bagi pariwisata Negara Malaysia.

Tentu saja aksi Malaysia yang menggunakan tari pendet di dalam iklan pariwisata mereka menuai protes dan menyulut amarah warga Negara Indonesia. Apalagi tindak pengklaiman Malaysia terhadap budaya Indonesia bukan kali pertama ini terjadi.

Pihak pembuat iklan Enycmatic Malaysia ini sendiri berdalih bahwa itu bukanlah iklan pariwisata Malaysia melainkan sebuah film dokumenter yang menceritakan sejarah batik dan memasukkan tari pendet di dalamnya. Hal ini diungkapkan dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi Nasional.

Masalahnya kemudian adalah Mengapa pihak si pembuat film dokumenter itu tidak meminta izin terlebih dahulu kepada Pemerintah Indonesia dalam hal ini Menteri Pariwisata, Jero Wacik perihal tayangan tarian pendet yang telah ditayangkan di Discovery Channel Malaysia itu.

Menanggapi pernyataan tersebut, pihak pembuat hanya mengutarakan ketidaktahuannya terhadap perizinan tersebut.

Aksi protes dan rasa marah warga Negara Indonesia tentulah beralasan. Ini bukanlah kali pertama Malaysia melakukan pengklaiman budaya milik Indonesia. Sebelumnya Malaysia juga sempat mengklaim Reog Ponorogo dan lagu Rasa Sayange.

Jika ulah Malaysia ini terus berlanjut, maka tidak mustahil hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia dapat terancam. Aksi unjuk rasa yang menuntut pemerintah Indonesia agar segera memutus hubungan diplomatik dengan Malaysia bahkan telah terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Kasus pengklaiman Malaysia terhadap tari pendet ini dapat mengingatkan kita bahwa budaya Indonesia, budaya milik bangsa kita membutuhkan perhatian dan apresiasi dari berbagai pihak dan kalangan. Tidak tidak hanya perlu mempatenkan ke UNESCO tetapi kita, sebagai warga Negara Indonesia harus memperkenalkan budaya kita ke dunia luar. Menjaga serta melestarikannya. Tidak hanya tari pendet, budaya yang lain pun demikian. Kita tidak perlu menunggu pihak Malaysia mengklaim budaya kita lagi untuk kemudian dipatenkan.

Jika pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dari bangsa penjajah, maka kita sebagai warga Negara Indonesia harus berjuang mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para pejuang budaya kita.

Ingat, Tari Pendet Milik Bangsa kita dan hanya akan menjadi milik bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar